oleh

Jadi Tersangka, Simak 6 Pernyataan Kontroversial Johnny Plate Saat Menjabat Menkominfo

-Hukum, Nasional-178 Dilihat

Kabarkan.co.id – Kejakaan Agung (Kejagung) menetapkan Menkominfo, Johnny  Plate,  sebagai tersangka kasus korupsi proyek base transceiver station (BTS) 4G Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kominfo, Rabu siang, 17 Mei 2023.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, sosok Johnny Plate kerap menjadi perhatian publik. Ia tercatat beberapa sering melontarkan pernyataan kontroversial dan nyeleneh.

Bahkan, kementerian yang dipimpinnya sempat mendapat tagar #BlokirKominfo diTwitter. Lantas, apa saja pernyataan kontroversial yang pernah disampaikan Johnny Plate?

Dalam catatan Tempo, sedikitnya ada enam pernyataan kontroversial politikus Nasdem ini selama menjabat sebagai Menkominfo. Apa saja?

1. One Time Password Harus Selalu Diganti

Pada 2022, Plate pernah mengatakan bahwa kode OTP selalu diganti. Pernyataan ini merupakan tanggapannya terkait maraknya kasus kebocoran data pribadi. Padahal, kode OTP adalah rangkaian karakter numerik atau alfanumerik yang dihasilkan secara otomatis untuk mengautentikasi pengguna dalam satu kali transaksi atau login. Artinya, kode OTP memiliki masa kedaluwarsa dan tidak dapat digunakan berulang kali.

“One time password (OTP) itu harus selalu diganti sehingga bisa menjaga agar data tidak diterobos”, ujar Plate saat ditemui Tempo di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali pada Sabtu, 3 September 2022.

2. Minta Masyarakat Jaga NIK Masing-masing

Masih soal isu yang sama, Plate juga pernah menyatakan bahwa kebocoran data sering kali berasal dari kelalaian masyarakat. Ia meyakini bahwa data yang tersebar terjadi akibat masyarakat tidak menjaga data diri masing-masing.

“Harus ada tanggung jawabnya. Jaga NIK kita sendiri,” ujar Plate.

3. Merasa Kementeriannya Diteror

Sejumlah publik figur dan warganet mengaku merasa diintimidasi setelah mengomentari masalah Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Namun, Plate merasa lembaga yang dipimpinnya justru mendapat teror.

“Teror bagaimana? Saya baru tahu ada teror, malah Kominfo (yang) diteror kali”, kata Plate di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Senin, 1 September 2022.

4. Minta PSE Pakai Enkripsi

Kominfo pernah menyatakan bahwa akan melakukan pemblokiran terhadap situs dan aplikasi yang belum registrasi PSE. Menurut Plate, perlu dorongan seluruh pihak supaya PSE yang beroperasi di Indonesia dapat melaksanakan kewajibannya.

“PSE diwajibkan mempunyai teknologi enkripsi paling canggih supaya tidak mudah diterobos”, terang Plate pada Senin, 1 September 2022.

 

5. Minta Masyarakat Jangan Berbicara Kotor seperti Bjorka

Kasus hacker Bjorka yang sempat viral sekaligus mengejek pemerintah Indonesia dengan sebutan idiot juga turut dikomentari Plate. Ia mengajak masyarakat untuk tidak berbuat hal serupa.

“Sudah melakukan pelanggaran kebocoran data, juga menggunakan terminologi tidak etis dan tidak sejalan dengan kultur kita. Nah, itu tentu tidak baik. Jangan ikut-ikut yang seperti itu”, ujar Johnny Plate di Kompleks Parlemen, Jakarta pada, Rabu, 8 September 2022.

6. Salah Sebut Kepanjangan Kominfo

Pernyataan kontroversial Plate lainnya adalah salah menyebut kepanjangan singkatan Kominfo saat prosesi serah terima jabatan dengan menteri sebelumnya Rudiantara, Rabu, 23 Oktober 2019. Ia menyebut Kominfo sebagai Kementerian Komunikasi dan Informasi (seharusnya Informatika).

“Rekan-rekan yang saya banggakan di Kementerian Komunikasi dan Informasi,” ujar Johnny Plate di gedung lantai 8 Kominfo pada 2019. (*)

Sumber : Tempo.co

Komentar