oleh

Mahasiswa KKN IAIN Curup Abadikan Momen Hari Raya Galungan, di Kabupaten Musi Rawas

Kabarkan.Co.id – Musi Rawas – Hari Raya Galungan adalah salah satu perayaan penting dalam agama Hindu di Indonesia dan acara tersebut dilaksanakan setiap enam bulan sekali, tepatnya pada setiap wuku Dungulan.

Galungan merupakan Hari raya besar dimana hal ini di lakukan untuk merayakan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (ketidakbenaran) dalam kepercayaan agama Hindu.

Tepat pada tanggal 2 Agustus 2023 yang jatuh pada hari Rabu merupakan momen yang sangat dan ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, yakni hari raya galungan lan kuningan.

Inilah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berbagai adat budaya suku dan juga agama yang berbeda-beda namun tetap dalam bingkai persatuan dan saling menghargai antar umat beragama dan kelompok atau suku lain.

Mahasiswa KKN tematik musirawas kelompok 95 dalam kesempatan tersebut menyaksikan secara langsung bagaimana suasana galungan berlangsung.

Dalam menyambut Hari Raya Galungan pagi-pagi sekali mereka sudah melaksanakan sembahyang di pura Dwi darma tepatnya didusun 6 desa ciptodadi 1.

Sebanyak 11 mahasiswa, menunggu didepan pura dan merasakan bagaimana khusuk nya sembahyang yang dilakukan masyarakat kampung bali.

Setelah acara selesai  para mahasiswa langsung disambut oleh Kadus dusun 6 yakni I Made Sunarta giri dan pemangku adat, kemudian mengajak masuk ke pura untuk mengabadikan bagaimana suasana galungan, kami diberi kesempatan untuk melihat-lihat pura khususnya dibagaian dalam pura.

Setelah sembahyang masyarakat langsung pulang ke rumah masing-masing untuk melakukan sembahyang lagi di pura kecil yang pasti ada didepan rumah mereka.

Kemudian baru setelah itu mereka melakukan kunjungan ke rumah tetangga atau yang lainnya dan mereka juga menerima masyarakat muslim yang datang berkunjung ke rumah mereka.

Menurut I Made Sunarta giri Perayaan Galungan sendiri mengajarkan manusia untuk mengendalikan nafsu, terutama nafsu buruk.

Dalam kepercayaan Hindu, hawa nafsu manusia terbagi menjadi tiga kala, yaitu: Kala Amangkutat (nafsu ingin berkuasa), Kala Dungulan (nafsu ingin mengambil milik orang lain), dan Kala Galungan (nafsu ingin selalu menang dengan cara apa pun).

Dosen pembimbing lapangan (DPL), Prof. Dr. Hendra Harmi, M.Pd menyampaikan momen galungan lan kuningan yang diabadikan oleh mahasiswa KKN tematik musirawas kelompok 95 dapat melihat eratnya toleransi dan kearifan budaya yang ada didesa ciptodadi 1.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam perayaan galungan lan kuningan KKN tematik musirawas kelompok 95 yang terdiri dari Wahyu Mei Nanda (komunikasi penyiaran Islam),

Gilang Devrii virnanda (perbankan syariah), Sri faningsih (pendidikan guru madrasah ibtidaiyah), Dwi Febriyanti ms (pendidikan agama Islam), Hesti ningtias (pendidikan guru madrasah ibtidaiyah), fuziatur nisa (pendidikan guru madrasah ibtidaiyah),

Erni sulitiyo (pendidikan agama Islam), Delia Kartika (pendidikan agama Islam), cindi Saputri (pendidikan guru madrasah ibtidaiyah). (KKN Kelompok 95 Tematik musirawas IAIN Curup / oleh YENI AFIFIANA). (*)

Komentar